WA Sutanto

Guru SD Bendungan III Karangmojo Gunungkidul. GTT 12 tahun Kadang baca atau nulis cerita , pernah 2013 nominator lomba alat peraga di LP...

Selengkapnya

Membawa botol di atas kepala

Diam, jangan berisik !

Gendut jengkel melihat ulah Ganjar yang suka membuat gaduh. Baru berlatih jatuh melulu dan jengkel. Puncak dari rasa sebel tak mau diusik. Karena baru meletakkan bebannya sudah diledek.

Hayo,hayo jatuh !

Ganjar mengecoh sambil kedua kakinya menggertak-gertakkan ke tanah.

Halah !

Gendut merasa sia-sia. Ternyata baru dua langkah jatuhlah muatannya. Dengan nada kesal menghampiri mendorong Ganjar. Tidak mereda, malah menjadi-jadi ledekannya dengan berlari lari.

Sukur-sukur !

Kata-kata Ganjar malah menambah menjadi ramai.

Padahal, pengaruh jatuhnya beban karena kurang imbang dan tubuh bergoyang. Ditambah lagi saat melakukan gerak dengan gusar.

Suasana halaman sekolah dengan anak-anak pada latihan sebelum tampil. Dengan membawa beban berupa botol isi air minum. Botol diletakkan di atas kepala dengan berjaan melewati garis lurus sebagai lintasannya.

**

Ayo kita balas !

Gendut sibuk mengancam Ganjar . Bukannya berlatih malah berganti acara balas membala. Masalahnya tidak hanya dirinya yang diganggu ada beberapa teman lainnya.

Malah mencari dan menguber Ganjar yang juga berlarian.

**

Materi unik dengan media botol minuman masing-masing anak. Membawa dengan tangan terlepas ke samping dan botol tetap berdiri di atas kepala. Diperlukan koordinasi gerak yang baik. Harus hati-hati dan seimbangan agar tak jatuh barang muatannya.

jangan ganggu, aku !

Putri menolak dengan nada spontan dan keras . Terhadap ulah usil teman yang membuat heboh . Tak rela ada teman yang telah selamat membawa bebannya. Dengan membuat kegaduhan dan gerakan spontanitas mengejutkan.

Malah-malah dari belakang langsung menyentuh botol.

Wah ini sungguh membuat marah si pemilik. Langsung ditendang atau malah dimaki-maki.

Sebagaimana ulah Tedi.

**

Harus urut !

Ketua kelas atas arahan guru. Melihat adanya pertentangan berebut tempat urutan. Ingin menempatkan diri di baris tedepan. Belum lagi adu mulut mempertahankan dari amukan teman.

Bagi anak yang tak mengalah dan pecah adu fisik, dengan tarik dan dorong hingga harus menangis. Pagi hari dengan berbagai ekspresi diri berebut Apalagi bila hobinya membuat keributan, ada-ada saja yang digunakan. Termasuk usil mengganggu jalannya lintasan lomba.

**

Jangan berebut !

Putri selaku ketua kelas III segera ingatkan. Bahwa lomba berikut adalah dengan diundi. Suara keras dan paling didengar suaranya. Teriakan lantang menjadi pengalih keributan. Saat memberikan arahan pada teman-teman sekelas.

Perlu segera ingatkan agar tak berantem gara-gara rebutan. Bagi anak kecil kelas SD rebutan bukan hal baru. Suasana yang berada di rumah terbawa di sekolah.

**

Pingin ikut lomba !

Ayo hom pim pah !

Ajak Tedi pada teman-temannya. Setelah ada komando ketua kelasnya. Segera lakukan untuk perlombaan.

Ayo, ayo, !

Serempak teman lainnya yang ingin ikut urutan.

Beda dewe menang !

Menang !

Aba-aba yang diucapkan oleh setiap peserta.

Jalan inilah sebagai penengah untuk melakukan urutan lomba. Dan dengan sadar Ganjar dan Tedi tidak lagi berbuat ulah.

Kedua anak ini yang sering membuat ulah. Antrean yang dibuat sejak awal diserobot. Dan yag dirugikan akan melawan dan terjadilah pertengkaran.

**

Menang , menang !

Ucapan serempak saat timnya menjadi yang tercepat . Sambil bertepuk tangan ebagai luapan kegembiraan.

Ada dua anak masuk lintasan berbarengan dan dilanjutkan tangsut.

Ganjar dan Tedi akan final adu keseimbangan.

Ayo-ayo !

satu kelompok yang menjagokan, Tedi.

Serempak mengatakan, " Tedi,Tedi !

Hingga lomba berakhir masuk garis finish.

Berlaku disiplin menghindari keributan, perlu dijunjung adar permaianan lancar.

Ketua kelas yang mampu melerai hingga sadarkan teman sekelas.

Pelajaran yang bisa diambil dari cernak ini adalah sabar antrian agar tidak ribut

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali