WA Sutanto

Guru SD Bendungan III Karangmojo Gunungkidul. Pernah GTT 12 tahun. Hobinya kadang baca atau nulis cerita. Pernah tahun 2013 masuk ...

Selengkapnya

Pantaiku #1

“Udara segar membuat tubuh kita jadi sehat.” Mbah Tin sesepuh berumur 70-an tahun itu mempunyai pemikiran demikian. Pikirannya berargumen ,: “Tempat yang pas adalah pantai.” Disana nanti bisa ngobrol dan minum kopi atau wedangan. Cukup sehari sudah terasa segarnya dan nyaman sehingga bisa kerasan. Sehat dan nyaman diantara harapan dalam pertimbangan yang digunakan untuk rekreasi. “Sebaiknya anda pergi ke pantai!” Mbah Tin menyarankan pada cucunya.

“Ombaknya ,Le ! Dijamin sip!”

Mbah Tin bincang-bincang dengan keponakannya.

“Aku pingin jagongan sambil nonton ombak!” Mbah Tin mengajak ke pantai.

Lha kulo bibar saking mrika,Mbah[1]!”

Mereka pun bercerita soal pantai. Tentang udara yang segar itu. Batuk-batuk jadi hilang. Dengan menghirup udara sepanjang pagi hingga sore hari.

“ Mereka sebabis Subuh biasanya sudah berangkat ke tepi air yang menggulung itu.”

Mbah Tin dan Tuan Guru spiritualnya telah bersiap. Mereka satu jam sudah tiba di lokasi itu. Sambil melihat ke arah selatan tempat timbulnya ombak itu. Gulungan air memutih itu yang telah menggugah untuk membawa kemari.

Masuk gazebo paling ujung. Langsung melihat menu yang disajikan. Mereka segera pesan sesuai dengan kegemarannya.

Tak lama pesanan teh poci dan gorengan tempe benguk sudah siap saji.

Monggo[2]!” Seorang ibu-ibu usia 40-an tahun yang menyajikannya.

Menu unggulan berupa teh poci. Bagi Mbahe sajian ini ini harus ada dalam kesehariannya. Menu asupan layaknya obat penguat. Wedang ehhh! Begitu menyruput langsung “ehhh.”

“Betul,Mas! Sudah tua harus memperhatikan asupan makan!” Komentar Mbahe.

Pantas saja saat sowan[3] ke rumahnya itu ada satu set teko[4]. Rupanya teman akrab untuk ngobrol. Biasanya ditemanai Gus Mif dan Lik Jim. Sudah ramainya bila sidang darurat itu berlangsung.

Soal sepele bisa berkembang jadi luas. Pernah ngobrol soal jamaahnya yang terkena rente. Seorang bakul pecel di pasar Sambeng tempo hari. Dan diangkat jadi menu pagi.

Tak terduga muncul sedekah dadakan. Dana yang dikumpulkan itu bisa minjami Bu Bakul itu. Pinjaman tanpa bunga dan bila infak silakan masukkan kotak di depan pintu masjid. Yang tahu pemberi dan disaksikan malaikat. Pokoknya uang pinjaman kembali sesuai dengan yang dipinjam...................................ono tutuge



[1] Saya dari sana Mbah

[2] silakan

[3] datang

[4] Poci dari tanah

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Udara pantai bisa untuk mencegah dan menyembuhkan beberapa penyakit ya, Pak? Ok.

05 Apr
Balas

saget..monggo tindak Pantai.! Sipp Pak.

05 Apr

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali