WA Sutanto

Guru SD Bendungan III Karangmojo Gunungkidul. Pernah GTT 12 tahun. Hobinya kadang baca atau nulis cerita. Pernah tahun 2013 masuk ...

Selengkapnya

Pantaiku # rampoeng

Ombak itu tak terhitung banyak pengulangannya menepi. Menuju tempat Mbah Tin bercengkrama di gazebo. Papan yang nyaman dengan udara pantai yang menerpa setiap orang yang datang. Lik Jim juga ikut disini. Ia agak terkejut saat melihat ombak yang segunung itu mendekat.

“Wadew...wadew..

“Tenangkan pikirmu!”

Baru kali ini ia melihatnya. Maklum ia jarang ikut. Dan kali ini pas musim ombak besar. Banyak perahu yang pecah. Kedai yang terjerjang ombak. Itu bagian pantai yang ada di sisi barat. Tempat para nelayan sandarkan perahunya. Dan ada kedai yang berada di dekat bibir pantai.

***

Mbah Tin merasakan nafasnya lebih longgar. Tadinya sering batuk-batuk kini sudah jarang dan bahkan terasa hilang.

“Mujarab...alhamdulillah...ya Alloh..”

Ia bersyukur. Ucapan itu terdengar oleh Lik Jim.

Ia juga sama merasakan hawa yang aneh. Udatra yang berbeda dengan kawasan tempat kerjanya. Tobong pembakaran genting milik Mah Tin. Ia karyawan senior, sudah lama ikut dengannya. Semenjak menjadi tukang sepeda dan malang melintang dunia pasar. Sering ikut memutar permainan adu nasib. Orang desa menyebut Jemblek[1]. Sehingga paham benar liku perjalanan Mbahhe.

“Jok..Joke..Mas!

Jim kaget mendengar Mbahe bicara minta tambah wedang. Paling tidak habis 5 poci untuk bisa bertahan sehari.

Pelayan segera datag dan membawakan poci lagi. Sambil menanyakan soal “lobster mutiara” yang seharga setengah juta itu.

Pukul 12 saat rolasan. Mereka pesan ikan kakap goreng. Jim pesan ikan kartomarmo. Kari noto mangan terus lungo.[2] Maksudnya begitu karena diboking mbahe semua.

Menunggu selesainya waktu menu itu disajikan dengan tetap menikmati ombak. Jim tetap saja berfikir soal ombak juga. “Kapan istirahatnnya ombak itu?”

Bagi yang berfikir demikian karena membandingkan denagn kerjaannya. Ia lelah bila kerja berulang-ulang tanpa istirahat. Sementara ombak itu terus-terusan menggempur dinding karang.

“Tak dipikir Jim. Nikmati alamnya hiruplah udaranya. Rasakan segarnya!”

Mbah Tin tahu yang ada dalam pikiran Jim. Yang isinya makan melulu. Maklumlah juragan ini paham dengan anak buah yang jadi kebanggaannya. Merasa berhutang budi karena mau menemani dari nol belum punya apa-apa. Hingga akhirnya punya pabrik genting dan penggergajian kayu.

Bila ingat ini Mbah Tin tak tega dengan kehidupan keluarganya. Bahkan mirip rumah yang keduanya. Bila tak ngebul dapurnya tak menunggu lama segera kirim utusan. Untuk membawakan bahan makanan. Termasuk bea sekolah anaknya yang membutuhkan bea banyak. Jim sendiri jelas keberatan memikulnya.

***

Waktu jelang Ashar tiba. Jam tunjukkan pukul 15 siap untuk tunaikan kewajiban. Jim segera cari mushola. “Sebelah sini!” Jim memberi tahu lainnya.

Segera menuju lokasi yang ditunjukkan. Air itu tawar dan diambil dari sisi pegunungan. Karena pernah dibuat alat menawarkan air laut kini mesinnya tak berfungsi.

“Pantesan di dekat tempat santai tadi ada pipa besar,” Batin Jim.

Ternyata alat untuk menarik air laut ke pompa pengolahan. Seiring waktu mesin itu mengalami kerusakan dan belum diperbaiki. Sebagaimana keterangan pemilik gazebo ini. Dari pantai dapat beberapa ilmu yang layak dibawa pulang. Terutama mendapatlkan rekaman ombak yang berdebur sepanjang waktu.

Gunungkidul April 2019



[1] Judi dengan gambar atau angka

[2] Makan terus pergi

................................................Rampoeng

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali